Bukan Sekadar Aktivis, Prof. Triyo Harapkan Kader IMM Jadi Simbol Kecerdasan UIN Malang.
Bukan Sekadar Aktivis, Prof. Triyo Harapkan Kader IMM Jadi Simbol Kecerdasan UIN Malang.

Bukan Sekadar Aktivis, Prof. Triyo Harapkan Kader IMM Jadi Simbol Kecerdasan UIN Malang.

Malang — Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Triyo Supriyanto, menyampaikan sejumlah penekanan penting terkait peran dan orientasi gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIN Malang dalam sambutannya pada acara Pelantikan Bersama Pimpinan Komisariat IMM UIN Malang. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa kader IMM harus tampil sebagai garda terdepan dalam bidang intelektual dan akademik, bukan semata dikenal sebagai aktivis orasi dan gerakan jalanan.

Prof. Triyo menekankan bahwa kualitas intelektual dan prestasi akademik kader merupakan wajah utama organisasi di lingkungan kampus. Menurutnya, apabila kader IMM mampu menunjukkan prestasi nyata di “rumahnya sendiri”, yakni UIN Malang, maka hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa lain untuk mengenal dan bergabung dengan IMM UIN Malang.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa orientasi akademik kader IMM sejatinya selaras dengan visi dan misi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas intelektual kader dinilai sebagai bagian integral dari strategi gerakan, bukan sekadar pelengkap aktivitas organisasi.

Dalam sambutannya, Prof. Triyo juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan nyata terhadap program-program kader IMM UIN Malang yang berorientasi pada pengembangan akademik. Ia menegaskan, “Saya siap mendukung dan mensupport seluruh program dan kegiatan teman-teman yang berbau akademik, bukan kegiatan foya-foya semata.” Pernyataan ini disambut positif sebagai bentuk perhatian pimpinan universitas terhadap arah gerak organisasi kemahasiswaan yang konstruktif.

Selain itu, beliau turut mengingatkan posisi strategis ruang gerak kader IMM. Prof. Triyo menegaskan bahwa UIN Malang merupakan rumah akademik dan intelektual kader, sementara PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) adalah rumah perjuangan. Penegasan ini dimaksudkan agar kader mampu menempatkan diri secara proporsional antara pengembangan kapasitas keilmuan di kampus dan pengabdian gerakan di ruang persyarikatan.

Melalui pesan-pesan tersebut, Wakil Rektor III UIN Malang berharap kader dan pimpinan komisariat IMM UIN Malang dapat menyatukan kekuatan intelektual dan semangat perjuangan, sehingga mampu melahirkan kader yang unggul secara akademik, matang secara ideologis, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita besar Muhammadiyah.

IMM Reformer UIN Malang